Kisah Perampasan Hak Orang Lain, by Sakinah Aqiqah
Berikut alur lengkap kisah tragis tersebut:
1. Perampasan Ikan di Tepi Pantai, by Sakinah Aqiqah
Alkisah, ada seorang nelayan miskin yang seharian melaut namun tidak mendapatkan hasil apa pun. Menjelang pulang, atas izin Allah, jala nelayan tersebut berhasil menangkap seekor ikan yang sangat besar dan gemuk. Sang nelayan sangat bahagia karena ikan tersebut bisa memberi makan keluarganya dan sisanya bisa dijual untuk menyambung hidup.Namun saat ia tiba di daratan, seorang pria yang memiliki kekuasaan (dalam sebagian riwayat disebut tentara, pejabat, atau penguasa zalim) melihat ikan besar itu. Dengan angkuh, pria tersebut memerintahkan sang nelayan untuk menyerahkan ikannya. Nelayan itu menolak dan memohon agar ikan tersebut tidak diambil karena itu adalah satu-satunya penyambung hidup keluarganya.
Mendengar penolakan tersebut, pria itu marah. Ia memukul sang nelayan dan merampas ikan tersebut secara paksa, lalu melenggang pergi tanpa membayar sepeser pun.
2. Doa Nelayan yang Terzalimi, by Sakinah Aqiqah
Sambil menangis menahan sakit dan sedih, nelayan yang malang itu tidak mampu melawan kekuatan sang penguasa. Ia hanya bisa menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berdoa dengan tulus:"Ya Allah, sesungguhnya orang itu telah menggunakan kekuasaannya untuk merampas rezeki yang Engkau berikan kepadaku secara zalim. Maka perlihatkanlah kepadaku kekuasaan-Mu atas dirinya."
3. Balasan Instan yang Mengerikan, by Sakinah Aqiqah
Keadilan Allah langsung bekerja. Saat pria penindas itu berjalan pulang sambil menjinjing ikan rampasannya, tiba-tiba ikan yang sudah mati tersebut menggelepar dan menggigit ibu jari tangannya dengan sangat kuat. Pria itu berteriak kesakitan dan buru-buru melepaskan gigitannya.Sesampainya di rumah, luka di ibu jarinya tidak kunjung sembuh, bahkan semakin membengkak dan terasa panas luar biasa seperti terbakar. Ia pergi ke dokter, dan dokter tersebut berkata, "Penyakit ini berbahaya. Jika ibu jari ini tidak segera dipotong (diamputasi), racunnya akan menjalar ke seluruh telapak tanganmu." Karena tidak tahan menahan sakit, ia setuju ibu jarinya dipotong.
Namun, rasa sakit itu tidak berhenti. Beberapa hari kemudian, pembengkakan menjalar ke telapak tangannya. Dokter terpaksa mengamputasi tangannya sampai pergelangan. Tidak lama setelah itu, penyakitnya naik lagi hingga siku, sehingga tangannya harus dipotong sampai siku. Terakhir, infeksi terus menjalar hingga dokter harus memotong seluruh lengan kanannya dari pangkal bahu. Pria kuat itu kini cacat dan kehilangan segalanya karena penderitaan yang tiada henti.
4. Kesadaran dan Permohonan Maaf, by Sakinah Aqiqah
Melihat penderitaannya yang tidak masuk akal, seorang yang bijak mendekatinya dan bertanya, "Apa yang sebenarnya telah kamu lakukan hingga mendapat azab seperti ini?"Pria itu menangis dan menceritakan kisahnya yang telah menzalimi seorang nelayan miskin. Orang bijak itu berkata, "Celaka kamu! Mengapa tidak sejak awal kamu mencari nelayan itu dan meminta maaf kepadanya? Pergilah cari dia sebelum penyakit ini menjalar ke seluruh tubuhmu dan membunuhmu!"
Dengan tubuh yang lemah, pria itu berjalan tertatih-tatih mencari sang nelayan di sekitar pantai. Begitu menemukannya, ia langsung bersujud di kaki nelayan tersebut sambil menangis.
"Wahai saudaraku, demi Allah, maafkanlah aku. Lihatlah apa yang terjadi pada diriku akibat berbuat zalim kepadamu," ratapnya.
Sambil menangis tersedu-sedu, sang nelayan miskin merasa iba melihat kondisi tragis orang yang dulu memukulnya. Nelayan itu berkata, "Aku telah memaafkanmu karena Allah."









"

