Jasa Paket Aqiqah Surabaya 'SAKINAH'

Pages

Selamat Datang di
Sakinah Aqiqah Surabaya

Paket Jasa Aqiqah Terlengkap di Surabaya dan Sekitarnya

Pesan Sekarang

Aqiqah Sakinah, Penyedia Paket Aqiqah Terbaik, Pilihan Keluarga Sakinah di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Mojokerto dan Sekitarnya

Kami menyediakan dan melayani jasa aqiqah murah di Surabaya dengan paket pilihan aqiqah sesuai kebutuhan Anda. Kami akan berikan paket terbaik dengan harga terjangkau untuk kebutuhan ibadah aqiqah anak Anda. Sakinah aqiqah siap melayani pemesanan aqiqah untuk acara aqiqah buah hati Anda, sehingga ibadah menjadi lebih mudah dan praktis.

Keunggulan Sakinah Aqiqah Surabaya

Kambing berkualitas

Pilihan kambing aqiqah terbaik yang sehat dan sesuai syariat, baik jantan maupun betina

Rasa Enak

Aneka masakan daging kambing dengan rasa yang enak tanpa bau kambing yang menyengat.

Harga Terjangkau

Aneka menu aqiqah dengan harga hemat dan terjangkau, sesuai kemampuan Anda.

Layanan Terbaik

Layanan yang terbaik dan memuaskan untuk membantu Anda menjalankan ibadah aqiqah keluarga Anda

Harga Layanan Paket Aqiqah Surabaya

Karena kami ingin memberikan yang terbaik untuk aqiqah putra putri Anda

Lihat Apa Kata Mereka

Testimoni Para Pelanggan Sakinah Aqiqah Surabaya

Pesan Sekarang

Mau Lebih Praktis?

Kami juga menyediakan paket nasi kotak untuk Aqiqah Anda

Pesan Sekarang

Harga Nasi Kotak Sakinah Aqiqah Surabaya

Karena kami ingin memberikan yang terbaik untuk aqiqah putra putri Anda

"

Beberapa menu catering aqiqah surabaya

Kami memberikan layanan terbaik untuk Anda, agar proses aqiqah putra putri Anda berjalan dengan baik

Sate Kambing

Sajian sate dengan rasa yang enak dan tekstur daging yang lembut

Gulai Kambing

Gulai dengan bumbu spesial dengan rasa dan aroma yang nikmat

Rendang Kambing

Olahan daging kambing dengan pilihan rasa istimewa,tanpa bau prengus

Inilah kami dan Paket Aqiqah Surabaya yang kami berikan

Alamat Sakinah Aqiqah Surabaya

Sertifikat Aqiqah

Sertifikat Aqiqah sebagai bukti bahwa buah hati Anda telah diaqiqahkan

Service Sakinah Aqiqah Surabaya

Delivery Service

Kami memberikan layanan delivery service untuk mengantarkan paket Aqiqah Anda

Kontak Sakinah Aqiqah Surabaya

Workshop Aqiqah

Workshop tempat kami mengolah dan memasak daging kambing aqiqah Anda

Hubungi Kami Sekarang

Untuk Aqiqah Terbaik Putra Putri Anda tercinta

Usia kambing Aqiqah, by Sakinah Aqiqah

Boleh kah aqiqah dengan kambing muda?. By sakinah Aqiqah 

Aqiqah menggunakan kambing/domba usia 6 bulan diperbolehkan, khusus untuk jenis domba atau biri-biri (jadza'ah) yang sudah gemuk dan masuk bulan ke-7. Untuk kambing biasa, standar minimalnya adalah 1 tahun, namun domba 6 bulan sah jika memenuhi kriteria kesehatan, tidak cacat, dan cukup umur. 

Berikut adalah poin-poin penting terkait pendapat usia hewan aqiqah 6 bulan:

Domba/Biri-Biri (6 Bulan):
Ulama membolehkan domba usia 6-12 bulan jika kondisinya gemuk dan menyerupai domba umur 1 tahun, merujuk pada hadits riwayat Muslim.

Kambing Biasa (1 Tahun): Kambing biasa (masha) harus berumur minimal 1 tahun atau sudah masuk tahun kedua agar sah.
Kondisi Fisik: Selain umur, hewan harus sehat, tidak pincang, tidak buta, dan tidak sangat kurus.

Pandangan Ulama: Menurut mazhab Hanbali, biri-biri 6 bulan dianggap lebih afdhal daripada kambing 1 tahun, asalkan sudah gemuk. 

Saran yang paling aman adalah memastikan domba 6 bulan tersebut sudah tumbuh gigi (musinnah) atau cukup besar (gemuk) untuk dikonsumsi. Untuk memastikan domba 6 bulan, sebaiknya membeli di tempat terpercaya atau melalui layanan aqiqah profesional. Sakinah Aqiqah 

Hadits utama yang menjadi landasan kebolehan domba usia 6 bulan (jadza'ah) berasal dari riwayat Imam Muslim. Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ memberikan pengecualian khusus untuk jenis domba jika hewan yang lebih tua sulit didapatkan. 
Berikut adalah redaksi haditsnya:
لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ
"Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah (kambing usia 1 tahun/sapi 2 tahun). Kecuali jika itu terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah (domba usia 6-12 bulan) dari jenis domba."
— HR. Muslim No. 1963 

Penjelasan Istilah dalam Hadits:
Musinnah: Hewan yang sudah cukup umur atau sudah berganti gigi (poel). Untuk kambing biasa/kambing Jawa, minimal adalah 1 tahun masuk tahun ke-2.
Jadza'ah: 

Domba atau biri-biri yang sudah berusia minimal 6 bulan dan sudah terlihat besar atau gemuk. 

Pendapat Ulama:
Meskipun hadits tersebut menyebutkan "jika sulit", mayoritas ulama (Jumhur) berpendapat bahwa domba usia 6 bulan (jadza'ah) tetap sah dan boleh digunakan untuk kurban maupun aqiqah, meskipun tidak dalam kondisi sulit, asalkan domba tersebut sudah besar dan sehat. Hal ini diperkuat oleh hadits lain dari Mujasyi' bin Bani Sulaim bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa domba jadza' menyamai kambing tsaniyya (musinnah) dalam hal kecukupan. 

Waalohu a'lam..



Konsekwensi Iman Kepada Alloh swt, By Sakinah Aqiqah

Konsekwensi Beriman dan mengucap LAA ILAA ILALLOH, By Sakinah Aqiqah


1. Al-Yakin (Keyakinan Yang Mantap), By Sakinah Aqiqah


اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudain mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. mereka itulah orang-orang yang benar.”(al-Hujuraat: 15)

2. At-Taslim (Berserah Diri), by Sakinah Aqiqah


اَفَغَيْرَ دِيْنِ اللّٰهِ يَبْغُوْنَ وَلَهٗ ٓ اَسْلَمَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّاِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ

”Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembali-kan?”(Ali Imran: 83)

3. As-Sam’u Wa Attha’ah (Mendengar Dan Taat), by Sakinah Aqiqah


اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

”Hanya ucapan orang-orang mukmi, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata,’”Kami mendengar dan kami taat.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(an-Nuur: 51)

4. Itba’ul Manhaj (Mengikuti Sistem), by Sakinah Aqiqah


ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ .

”Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maaka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui.”(al-Jaatsiyah: 18)

5. ‘Adamul Haraj (Tidak Merasa Berat), by Sakinah Aqiqah


فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

”Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagaimana hakim dalam perkara yang merka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”(an-Nisaa’: 65).

6. ‘Adamul Khiyarah (Tidak Memilih-Milih), by Sakinah Aqiqah


وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ ۗوَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ

”Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”(al-Ahzaab: 36)


Info dan Pemesanan Aqiqah :
KLIK LINK INI


WA 1 : 087853330305
WA 2 : 085648811035 

Brosur Harga Aqiqah


Brosur aqiqah











Meminta Maaf.. By Sakinah Aqiqah


Keutamaan Meminta Maaf, by Sakinah Aqiqah


Sakinah Aqiqah. Alhamduillah, Segala puji milik Alloh, penggenggam setiap jiwa di seluruh antero jagad raya, yang memberikan segala bentuk nikmat kepada seluruh makhluk Nya. Sholawat dan Salam senantyasa kita haturkan kepada Junjungan Nabi Muhammad SAW.

Pada kesempatan ini, kita akan membicarakan tentang keutamaan meminta maaf. Kebanyakan orang akan berfikir, bahwa yang memberi maaf adalah yang paling utama, dan mengesampingkan keutamaan orang yang meminta maaf.

Dalam pandangan kami, ada beberapa keutaman dari orang yang mau meminta maaf. Berikut beberapa diantaranya yang dapat kami rangkum dalam tulisan sederhana ini :

Ketahuilah, bahwa dosa yang lahir dari seorang makhluk yang pertama adalah Sifat sombong, yang di lakukan oleh makhluk bernama Iblis. Dengan kesombongannya, akhirnya Alloh tetapkan dia masuk ke Neraka yang dia kekal di dalamnya.

Maka, Meminta maaf adalah tindakan refleksi diri yang efektif untuk menghancurkan kesombongan, karena mengakui kesalahan menuntut kerendahan hati. Sikap sombong sering kali ditandai dengan keengganan meminta maaf, enggan menerima kebenaran, dan merasa lebih baik dari orang lain.

Meminta maaf dan menjalin silaturahmi adalah wujud menyambung hati, bukan sekadar berjabat tangan. Tindakan ini meluruhkan dosa, memperpanjang umur, dan melapangkan rezeki. Penting untuk meminta maaf dengan tulus, mengakui kesalahan secara spesifik tanpa bersikap defensif, serta menjalin kembali hubungan dengan hati yang rendah.

Masih ingatkah kita tentang perselisihan antara Hasab dan Husain?
Berikut penggalan kisah nya :
Suatu ketika, terjadi kesalahpahaman kecil antara Hasan dan Husain yang menyebabkan mereka sempat tidak bertegur sapa. Dalam tradisi Islam, orang yang lebih muda sebaiknya mendatangi yang lebih tua untuk meminta maaf. Namun, karena mengetahui kemuliaan saudaranya, Husain (sang adik) justru menunggu Hasan (sang kakak) untuk datang kepadanya.
Ketika ditanya mengapa ia tidak mendatangi Hasan terlebih dahulu, Husain menjawab:
"Aku teringat sabda kakekku (Rasulullah SAW) bahwa orang yang lebih dahulu menyambung silaturahmi akan lebih dahulu masuk surga. Aku ingin kakakku, Hasan, mendapatkan kemuliaan itu."
Mendengar hal ini, Hasan segera datang menemui Husain dan mereka pun saling memaafkan dengan penuh kasih sayang. Kisah ini menjadi teladan tentang bagaimana mengutamakan kemuliaan saudara di atas ego pribadi.

Dalam sebuah hadis di nyatakan :
من كان لاخيه عنده مظلمة من عرض او شيء فليتحلله منه من قبل ان لا يكون دنار ولا درهم

Artinya:

"Barang siapa yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal kehormatan atau sesuatu yang lain, hendaklah ia meminta maaf darinya sebelum datang hari di mana tidak ada dinar dan dirham." - (HR. Bukhari)

Hadis ini mengingatkan bahwa meminta maaf adalah kewajiban bagi orang yang telah berbuat zalim. Di hari kiamat, amal kebaikan akan diambil sebagai tebusan jika seseorang belum menyelesaikan urusannya di dunia.

Dengan meminta maaf di dunia, kita dapat meringankan hisab di akhirat dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Dalam sebuah hadis di katakan :

ما نقصت صدقة من مال، وما زاد الله عبدا بعفو، الا عزا، وما تواضع احد لله الا رفعه الله
Artinya:
"Sedekah itu tidak mengurangi harta dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat)." - (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa ketika meminta maaf dan memberi maaf justru akan menambah kemuliaan seseorang, bukan menguranginya. Seperti halnya sedekah yang tidak mengurangi harta, memberi maaf justru memperkaya jiwa dan mendatangkan kemuliaan dari Allah SWT.

Ketika kita mampu mengesampingkan ego untuk memaafkan, Allah akan mengangkat derajat kita baik di dunia maupun di akhirat.

Wallohua'lam..
Demikian sekelumit ilmu yang bisa kami bagikan, semoga Alloh ridlo dengan aktivitas kami, mendakwahkan ilmu dan syariat Nya.
Apabila ada kebenaran, maka semata mata dari Alloh
dan apabila ada salah nya kami dalam menyampaikan, semata mata dari kami probadi..

Di Bulan Syawal ini kami segenap Kru Sakinah Aqiqah mengucapkan
"MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN"
"SEMOGA ALLOH MENERIMA AMAL IBADAH KITA DI BULAN RAMADHAN"


Info dan Pemesanan Aqiqah :
KLIK LINK INI


WA 1 : 087853330305
WA 2 : 085648811035

MEMBERI MAAF, BY Sakinah Aqiqah

Keutamaan Memberi Maaf, by Sakinah Aqiqah



Sakinah Aqiqah. Alhamdulillah, syukur kepada Alloh, Rabb Seluruh Alam dan Satu satunya Illah yang berhak di sembah dan di Ibadah i, yang telah memberikan Nikmat kepada kita semua, yang mana seandainya kita menghitung nikmat nikmat Alloh tersebut, kita tidak mampu menghitung hitung nya.


Sholawat dan Salam senantyasa tercurahlimpahkan kepada Junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga Beliau, Sahabat Beliau, dan juga ummat Beliau yang selalu mengamalkan dan mendakwahkan Sunnah Sunnah Beliau Muhammad SAW.


Kita buka materi kita tentang seorang yang di janjikan Ahli Syurga oleh Nabiyullloh Muhammad saw.

Kisah, by Sakinah Aqiqah

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW berkumpul dengan para sahabatnya di Masjid. Saat itu Rasulullah mengatakan bahwa akan ada ahli surga yang datang. Dan datanglah seorang Arab Badui yang masuk ke dalam masjid. Dan kejadian seperti itu berulang beberapa kali.

Sahabat-sahabat Nabi yang hadir merasa bingung mengapa orang Badui tersebut dikatakan sebagai ahli surga. Karena penasaran, salah satu sahabat Rasulullah yaitu Abdullah bin Amru bin Ash berinisiatif mencari tahu amalan yang dilakukan oleh orang Badui tersebut.

Setelah mengetahui rumahnya, Amr bin ash meminta izin untuk menginap selama beberapa hari di rumah orang Badui tersebut. Setelah menginap selama tiga hari, dia tidak menemukan amalan istimewa yang sekiranya membuat orang Badui tersebut tergolong ahli surga. Karena masih penasaran, Dia pun bertanya kepada orang Badui tesebut mengapa ia disebut ahli surga oleh Rasulullah.

Sempat bingung dengan pertanyaanya, akhirnya orang Badui itu menjawabnya dengan mengingat apa yang ia lakukan. Ia berkata:

“Sebenarnya setiap malam sebelum aku tidur, aku selalu mendoakan orang-orang dan memaafkan semua kesalahan (mereka) dan mengikhlaskan semua, lalu aku berdoa untuk mereka dan juga aku tidak iri dan dengki terhadap mereka.”

Mendengar jawaban orang Badui tersebut, Abdullah pun yakin dengan ucapan Rasulullah dan berkata: “Ya Paman, sekarang aku percaya bahwa kau calon penghuni surga. Dengan amalan itu kau akan dimasukkan ke dalam surga.”


Hikmah kisah, by Sakinah Aqiqah

Sahabat, bukankah kita semua ingin masuk syurga?
Maka, bersegeralah memaafkan. Minta lah kepada Alloh, supaya Dia Ringankan hati kita untuk memberi maaf. Bulatkan tekat kita untuk memaafkan.
Demi Alloh, Pahala orang memaafkan itu tidak ada hitungan nya di sisi Alloh, Alloh berfirman :
فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ
“Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah” (QS. Asy-Syuura: 40).

Saking bersarnya pahala memaafkan, Alloh sendiri yang mengetahui besarnya pahala tersebut.

Sahabat, bukankah kita suka jika Alloh memerikan maaf atas semua dosa dan kesalahan kita?
maka, sungguh sebuah anomali jika kita suka di maafkan, akan tetapi kita tidak mau memaafkan kesalahan orang lain..!!

Wallohu A'lam.
Semoga yang sedikit ini bisa kita amalkan. Semoga Alloh ridho dengan upaya kita memaafkan orang lain, yang dengan nya Alloh pun memaafkan semua kesalahan dan dosa kita. 
Aamiin...

Info dan Pemesanan Aqiqah :

WA 1 : 087853330305
WA 2 : 085648811035

Adab Bercerai by Sakinah Aqiqah

Mengingat Kebaikan Mantan, by Sakinah Aqiqah

Alhamdulillah, Alllohumma Sholli 'Ala Muhammad.

Sakinah Aqiqah. Sebelum kita membahas materi kita pada kesempatan kali ini, kami berdoa kepada Alloh SWT, supaya kita tidak mengalami perceraian (perpisahan dengan pasangan), bahkan Semoga Alloh melanggengkan pernikahan kita hingga Maut menjemput dan Alloh pertemukan kembali di Syurga nya Alloh dengan pasangan kita.

Cerai, berpisahnya sepasanga suami istri karena suatu hal. Suatu momok dalam sebuah rumah tangga. Karena akan berdampak kepada para Besan, kepada harta, kepada Anak anak keturunannya, dan lain lain. Sebuah kejadian yang Halal dilakukan oleh pasangan suami istri, akan tetapi menjadi suatu yang di benci oleh Alloh swt, berdasar sebuah hadist :

Dalil Hadits:
  • "Perkara halal yang paling Allah benci adalah perceraian." (HR. Abu Dawud no. 1863, Ibnu Majah, dan dinilai sahih oleh banyak ulama dalam konteks makna).
  • "Tidaklah Allah menghalalkan sesuatu yang lebih Dia benci daripada perceraian." (HR. Abu Dawud no. 1862)
Baiklah, kita tidak akan membahas lebih dalam tentang hukum cerai, akan tetapi kita bahas salah satu di antara adab antara suami istri yang bercerai.

Berdasarkan sebuah ayat dalam Alqur'an :

وَاِنْ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَمَسُّوْهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيْضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ اِلَّآ اَنْ يَّعْفُوْنَ اَوْ يَعْفُوَا الَّذِيْ بِيَدِهٖ عُقْدَةُ النِّكَاحِۗ وَاَنْ تَعْفُوْٓا اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۗ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۝٢٣٧
Jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri), padahal kamu sudah menentukan maharnya, maka (bayarlah) separuh dari apa yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka atau pihak yang memiliki kewenangan nikah (suami atau wali) membebaskannya. Pembebasanmu itu lebih dekat pada ketakwaan. Janganlah melupakan kebaikan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS Al Baqoroh 237)Kita akan fokus pada kalimat : وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْۗ yang artinya : Janganlah melupakan kebaikan di antara kamuDalam penggalan ayat ini, kita bisa pahami dengan jelas dan gamblang, bahwa Alloh mewanti wanti bahwa saat bercerai kita tidak boleh melupakan kebaikan mantan pasangan kita. Apalagi kita malah mengumbar kejelekan pasangan kita di depan umum, sungguh itu adalah adab yang buruk.Dalil perintah mengingat kebaikan orang lain.1. Dalil Al Qur'an
  • QS. Az-Zalzalah: 7-8 (Utama)
    فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ ۞ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
    "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
  • QS. Ar-Rahman: 60
    هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
    "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
2. Dalil Hadist :
  • Rasulullah ﷺ bersabda, "Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh suatu kebajikan meskipun hanya berupa keceriaan wajah ketika bertemu dengan kawanmu" (HR. Muslim).
  • Kisah Rosul bertemu Saudari sesusuannya "Syaima" : Rosul sangat menghirmati saudari sesusuan nya, dan menyambut beliau dengan sambutan yang hangat, bahkan Nabi memberi hadiah unta dan kambing kepada Syaima.
Mari kita bahas:
  • Dengan kebaikan orang lain saja kita wajib membalas nya dengan kebaikan pula, apalagi dengan mantan pasangan. Bukankah kita menikahinya dulu sangat senang dan bahagia, bukankah dia yang mencarikan nafkah, bukankan dia yang melahirkan anak anak kita, bukankan dia yang menyiapakan makanan, bukankah dia yang menjaga harga diri dan kehormatan kita dll, dll dll.. Sederet kebaikan yang pernah dilakukan pasangan, jangan hilang hanya dengan 1 masalah yang menyebabkan perceraian.!!
  • Bukankah Alloh, membalas kebaikan walaupun sedikit..? maka bukankan pasangan kita memberikan banyak kebaikan untuk kita
  • Larangan mengumbar kejelekan dan aib mantan pasangan.
  • Dengan mengingat kebaikan mantan, maka jagalah peninggalannya, anak anak nya, bukankah anak anak nya adalah anak anak kalian..!

Demikain, semoga menjadi inspirasi. Semoga menjadi Ilmu yang bisa kita amalkan ..

Info dan Pemesanan Aqiqah

WA 1 : 087853330305
WA 2 : 085648811035

Sedekah Tanpa Mengeluarkan HARTA..

Sedekah Termurah Sedunia, by Sakinah Aqiqah


Alhamdulillah, wa sholatu wassalamu Ala Nabi Muhammad SAW..

Sakinah Aqiqah. Pada hari ini, 19 Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan hari Senin, 9 Maret 2026, kami hendak berbagi sedikit ilmu kepada para pembaca sekalian, semoga nanti nya yang sedikit ini menjadi penambah timbangan kebaikan bagi para pembaca dan kami sebagai penulis yang penuh kefakiran.

Saudaraku se Iman Islam, Rosul pernah bersabda dalam sebuah hadist :
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Yang artinya : "senyum mu itu, di hadapan teman mu, itu shodaqoh" (HR Tirmidzi)

dari hadis ini jelaslah, bahwa :

1. Sedekah tidak harus dengan menggunakan harta/ uang. Cukup dengan menunjukkan wajah yang penuh senyum, yakni wajah yang ceria, "Summeh" kata orang jawa, murah senyum. Maka itu juga di nilai sedekah

2. Islam adalah agama yang mengajarkan kabaikan, bukan culas, bukan "ngamukan", mudah marah, ceria, bukan yang cemberut, menahan dendam dll

Apakah sebenarnya senyum itu ?, by Sakinah Aqiqah

Menurut KBBI, senyum didefinisikan sebagai gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara, ditandai dengan mengembangkan bibir sedikit untuk menunjukkan rasa senang, gembira, atau suka. Ini adalah ekspresi wajah yang umum digunakan untuk menunjukkan keramahan atau kebahagiaan.

Secara umum, senyum adalah menunjukkan wajah yang ceria, dengan menampakkan bibir yang melebar ke samping.

Senyum Rosul SAW. by Sakinah Aqiqah

Kebiasaan Rasulullah: Jarir bin Abdullah Al-Bajli berkata, "Tidaklah Rasulullah melihatku (sejak masuk Islam) kecuali beliau selalu menampakkan senyuman di depanku" (HR. Bukhari & Muslim).

Paling Sering Tersenyum: Abdullah ibn Al-Harits ibn Hazm berkata, "Saya belum pernah melihat orang yang lebih banyak tersenyum daripada Nabi" (HR. Tirmidzi).

Senyum dan Wajah Ceria: "Sesungguhnya, termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam dengan wajah ceria (tersenyum) kepada orang-orang" (HR. Ibnu Abi Dunya).

Latihan tersenyum. By Sakinah Aqiqah

Para pembaca yang budiman, bagaimana kita bisa melakukan kebiasaan tersenyum?
  1. Mulailah dari hati yang ridho, hati yang bersih dari prasangka, hati yang selalu menggantungkan semua permasalahan hidup kepada Alloh swt, hati yang yakin bahwa yang telah Alloh tetapkan adalah kebaikan.
  2. Seringlah membaca Al qur'an, karena dalam pelajaran dan tatacara membaca Al Qur'an ada harokat Kasroh, yang cara membacanya dalah dengan melebarkan bibir, "mringis" kata orang jawa. Dengan memperbanya baca Al Qur'an, kita akan terlatih untuk tersenyum


wallohua'lam,


Info dan Pemesanan Aqiqah

WA 1 : 087853330305
WA 2 : 085648811035